Showing posts with label Bioactive Compound. Show all posts
Showing posts with label Bioactive Compound. Show all posts

Khasiat Asam Jawa

Tuesday, May 20, 2008

Nama lain dari asam jawa ini adalah

· Tamarindus indica

· Tangkal asem (Sunda)

· Celagi

· Acem

Nama ilmiah tanaman ini adalah Tamarindus Indica L., dan termasuk familia atau suku Leguminosae. Tanaman ini berbuah sepanjang tahun, diperbanyak dengan biji atau secara vegetatif. Buahnya dapat dibuat sirup, kembang gula, bumbu masak, manisan atau ramuan obat tradisional.

Kandungan kimia Asam Jawa

Kulit biji tumbuhan ini mengandung phlobatannin sekitar 35%, sedangkan biji mengandung pati dan albuminoid. Buahnya mengandung senyawa kimia antara lain : asam anggur, asam appel, asam sitrat, asam suksinat, asam tartarat dan pektin. Juga didapati adanya gula invert.

Khasiat Asam Jawa

Mengatasi Sukar Tidur

Ambil daun asam secukupnya, keringkan lalu dipakai pengisi bantal kepala. Tidulah dengan bantal ajaib ini, memang aneh, tapi buktikan saja maka anda bisa terlelap.

Mencegah Rambut Rontok

Buah asam yang sudah tua dicampur sedikit air, dipakai untuk mengurut kulit kepala lalu rambut dicuci bersih dengan shampo.

Gatal-Gatal atau Biduran

Asam kawak sebesar telur ayam, umbi temulawak, gula aren dan 2 gelas air, direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.

Rematik/Bengkak karena terpukul

Ambil sinom atau daun muda asam secukupnya dan rimpang kunyit ditumbuk halus lalu diseduh dengan sedikit ari panas lalu dipakai menurap bagian yang sakit. Atau bisa memakai buah asam tanpa biji dilumatkan seperti bubur, panaskan sebentar lalu dipakai menurap bagian yang sendi yang sakit.

Penggunaan lain :

1. Daun muda yang digiling bersama kunyit, dapat dipergunakan sebagai obat kompres penyakit rematik, bisul, dan eksim.

2. Daging buah yang sudah dikupas ditambah dengan sedikit garam, kemudian disimpan dalam tempat tertutup dan kering (makin lama disimpan akan makin baik), kemudian beri sedikti air dan diminum. Ini dapat digunakan sebagai obat pencahar dan penurun panas.

Orang yang sedang hamil tidak boleh minum, sebab bisa mengakibatkan keguguran.

3. Biji ditumbuk dapat dipergunakan sebagai obat borok, dengan cara menempelkan hasil tumbukan biji pada borok.

4. Daging buah setelah dikupas ditambah temulawak, ditambah gula aren kemudian direbus, airnya diminum sebagai obat sariawan dan gatal-gatal.

5. Daunnya dikunyah/ditumbuk, kemudian ditempelkan pada luka, dapat mempercepat sembuhnya luka.

6. Daunnya direbus selama lebih kurang ¼ jam, airnya dapat dipergunakan sebagai obat demam.

7. Kulit batang pohon asam jawa ini direbus selama ½ jam, kemudian airnya diminum sebagai obat anti asma.

Perbanyakan

Tumbuhan ini bisa diperbanyak dengan cara menyetek, pencangkokan maupun dengan jalan menyemaikan bijinya. Adapun cara penyemaian biji adalah sebagai berikut. Terlebih dahulu kita sediakan beberapa tempat boleh berbentuk segi empat (kotak), bulat, ataupun segi lima, segi enam. Kotak-kotak semai itu kemudian kita isi pasir, lalu biji kita semaikan dalam kotak sesuai yang sudah kita sediakan. Setelah tinggi semai mencapai 10 cm atau lebih, barulah dipindahkan ke kebun atau ke lain tempat yang sesuai untuk pertumbuhannya.

Khasiat Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum)

Sunday, May 11, 2008

Jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) telah diketahui di Cina selama lebih dari 4000 tahun dengan julukan Herb of Spiritual Potency. Seluruh penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa lingzhi tidak memiliki efek samping, dan dapat dikonsumsi pada dosis tinggi serta dapat digunakan secara paralel dengan obat-obatan lainnya. Jamur lingzhi kaya akan senyawa aktif organik seperti GeO (germanium organik), polisakarida, asam-asam amino protein, triterpen, asam askorbat, sterol, lipid, alkaloid, glukosa, coumarine glikosida, minyak-minyak atsiri, dan lain-lain. Sifat utama dari lingzhi adalah kemampuannya sebagai anti kanker, pembersihan darah, peningkatan sistem kekebalan tubuh (improvement of immune system), dan pengurangan ketegangan syaraf. Jamur lingzhi dapat mencegah dan mengobati kanker serta penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan sistem sirkulasi, seperti jantung koroner, stroke, penyumbatan pembuluh darah jantung, atherosklerosis, obesitas, dan lain-lain.

Mineral Ge (germanium) pada jamur lingzhi berada dalam bentuk GeO (germanium organik). Lingzhi merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung GeO tertinggi, yaitu antara 800 – 2000 ppm (bb) di dalam tubuh buah, dan sekitar 6000 ppm (bb) di dalam miselia/serat. GeO sangat membantu menjaga kebugran tubuh karena sangat mudah bereaksi dengan hidrogen (H2) dan berfungsi sebagai dehydrogenating agent. Dengan adanya GeO, maka kemampuan penyerapan oksigen (O2) oleh sel darah merah akan meningkat sekitar 1.5 kali. Dengan demikian, senyawa GeO bermanfaat untuk memelihara dan meningkatkan kebugaran tubuh, meningkatkan proses metabolisme darah, memperbaiki dan meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga dan meningkatkan vitalitas dan tetap awet muda.

Komponen Bioaktif Teh

Saturday, April 12, 2008

Teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia. Teh dibuat dari pucuk daun muda tanaman teh (Camelia sinensis L. Kuntze). Berdasarkan proses pengolahannya, secara tradisional produk teh dibagi menjadi 3 jenis, yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Teh hijau banyak dikonsumsi oleh masyarakat Asia terutama Cina dan Jepang, sedangkan teh hitam lebih populer di negara-negara Barat. Sementara, teh oolong banyak diproduksi di negeri Cina (Hartoyo, 2003).

Komponen Bioaktif Teh

Daun teh mengandung polifenol 30%, kafein 4%, gula dan getah 3%, asam amino 7%, mineral 4%, protein 16%, lemak 8%, klorofil dan pigmen 1.5%, pati 0.5%, serat kasar, lignin, dan lain-lain 22%. Kandungan zat kimia yang paling banyak dalam daun teh hijau adalah polifenol (katekin) sekitar 30%. Teh mengandung bermacam-macam zat bioaktif. Zat bioaktif dalam teh terutama merupakan golongan flavonoid. Flavonoid yang ditemukan pada teh terutama berupa flavanol dan flavonol. Selain flavonoid, teh juga mengandung asam amino bebas yang disebut sebagai L-theanin.

  1. Katekin Teh

Katekin teh merupakan flavonoid yang termasuk dalam kelas flavanol. Kandungan katekin ini bervariasi untuk masing-masing jenis teh (Tabel 1). Katekin teh yang utama adalah epicatechin (EC), epicatechin gallate (ECG), epigallocatechin (EGC) dan epigallocatechin gallate (EGCG). Katekin teh memiliki sifat tidak berwarna, larut air, serta membawa sifat pahit dan sepat pada seduhan teh. Hampir semua sifat produk teh (rasa, warna, dan aroma), secara langsung maupun tidak, dihubungkan dengan modifikasi pada katekin ini (Hartoyo, 2003).

Tabel 1. Kadar katekin berbagai jenis teh

Teh/Pucuk Segar

Substansi Katekin (% berat kering)

Catechin

EC

EGC

ECG

EGCG

Total

A. Indonesia:

Teh hitam orthodox

Teh hitam CTC

Teh hijau ekspor

Teh hijau lokal

Teh wangi

Pucuk segar GMB 1

Pucuk segar GMB 2

0,24

0,23

0,10

0,08

0,10

0,70

0,80

0,79

0,27

0,54

0,41

0,35

2,62

1,41

3,54

4,24

6,35

6,39

5,96

2,17

0,61

1,46

1,03

1,08

0,65

0,64

1,22

1,92

2,21

1,25

3,53

3,28

2,23

7,89

9,43

8,24

7,02

11,60

10,81

9,28

14,60

14,15

B. Sencha (Jepang)

0,07

0,41

2,96

0,26

1,36

5,06

C. Oolong (China)

0,14

0,20

2,24

0,43

3,14

6.73

D. Teh wangi (China)

0,15

0,39

3,81

0,69

2,43

7,47

Sumber: Bambang dan Suhartika, 1995; Bambang et al., 1996 Di dalam Hartoyo, 2003

Fenol dan senyawa fenolik lain atau derivatnya dapat menyebabkan denaturasi protein akibat rusaknya susunan dan perubahan mekanisme permeabilitas dari dinding sel bakteri. Fenol dan derivatnya mempunyai sifat antiseptik, anestetik dan kaustik. Persenyawaan fenolat dapat bersifat bakterisidal atau bakteriostatik tergantung pada konsentrasi yang digunakan. Beberapa persenyawaan juga bersifat fungisidal.

  1. Flavonol Teh

Flavonol teh utama yang ada di dalam daun teh adalah quercetin, kaempferol, dan myricetin. Falavonol ini terutama dalam bentuk glikosidanya (berikatan dengan molekul gula) dan sedikit dalam bentuk aglikon-nya. jumlah flavonol teh bervariasi, tergantung pada beberapa hal, misalnya suhu dan cara ekstraksi yang digunakan (Hartoyo, 2003).

Tabel 2. Kadar flavonol teh

Jenis Flavonol

Jumlah (g/kg)

Teh Hijau

Teh hitam

Myricetin

0,83 – 1,59

0,24 – 0,52

Quercetin

1,79 – 4,05

1,04 – 3,03

Kaempferol

1,56 – 3,31

1,72 – 2,31

Sumber : Hartoyo (2003)

  1. Theaflavin dan Thearubigin

Dalam proses pembuatan teh hitam, katekin dioksidasi secara enzimatis membentuk pigmen teh hitam yaitu theaflavin dan thearubigin. Menurut Hartoyo (2003), secara garis besar terdapat empat jenis theaflavin, yaitu theaflavin, theaflavin-3-gallate, theaflavin-3’-gallate, dan theaflavin-2,3’-digallate. theaflavin terbentuk karena adanya reaksi yang terjadi antara quinon (turunan katekin) dengan gallo-katekin.

  1. L-Theanin

L-theanin (γ-ethylamino-L-glutamic acid) adalah asam amino yang unik pada tanaman teh dan merupakan komponen utama yang bertanggung jawab terhadap exotic taste (disebut umami). Senyawa ini unik karena hanya ditemukan pada tanaman teh, pada jamur Xeromonas badius, dan spesies tertentu dari genus Camelia. Jumlah L-theanin alam daun teh berkisar antara 1% - 2% (berat kering). L-theanin terdapat dalam bentuk bebas (non protein) dan merupakan komponen asam amino utama dalam teh dengan jumlah lebih dari 50% dari total asam amino bebas (Hartoyo, 2003).

Khasiat Gymnostermma

Thursday, March 27, 2008

Gymnostemma dipercaya secara luas mempunyai manfaat kesehatan antara lain: memperlambat penuaan dini, menghambat pikun pada semua usia, dan terutama menghambat kerentaan; mengurangi kelelahan, meningkatkan stamina; mengurangi kekurangan oksigen pada tempat yang sangat tinggi; meningkatkan pencernaan; meningkatkan daya ingat; dan meningkatkan fungsi seks. Gymnostemma juga dipercaya dapat membantu menenangkan kegelisahan dan mengurangi perasaan sakit. Gymnostemma secara umum memperkuat kesehatan secara keseluruhan dan mempunyai efek anti kelelahan yang kuat. Gymnostemma juga digunakan sebagai cure-all. Masyarakat lokal yang memanfaatkan, membudidayakan, dan mengkonsumsi gymnostemma, secara sederhana menyebutnya sebagai “rumput ajaib”.

Beberapa studi di Jepang mengindikasikan bahwa gymnostemma mempengaruhi sistem saraf pusat. Gymnostemma mempunyai calm effect ketika terlalu bergairah, dan mempunyai stimulating effect ketika sedang terdepresi. Studi yang lain menunjukkan bahwa gymnostemma secara klinik bermanfaat pada beberapa kondisi mental dan syaraf, termasuk depresi ringan, kegelisahan, dan schizophrenia. Di Cina, gymnostemma digunakan untuk sebagai anti inflamasi, menyembuhkan batuk, mengeluarkan dahak (expectorant), dan perawatan bronkhitis kronis.

Gymnostemma mengandung beberapa asam amino, vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk selenium, magnesium, seng, kalsium, besi, kalium, mangan, dan fosfor.

Gymnostermma telah mempunyai reputasi yang cukup baik di Asia dalam hal program pengontrolan berat badan. Gymnostermma mempunyai aktivitas ganda dalam mengontrol berat badan yaitu disamping membantu menurunkan berat badan bagi orang yang kegemukan juga berperan sebagai body builder bagi orang yang terlalu langsing. Sebagai diet herbal Gymnostermma membantu mempercepat metabolisme tubuh, membantu penyesuaian gula darah dan mengurangi lemak darah. Penyesuaian gula darah dan lemak darah merupakan langkah kritis dalam memperoleh fungsi metabolik yang sehat untuk mengurangi dan menambah berat badan.

Gymnostermma dapat memperkuat sistem imun manusia. Gymnostermma digunakan untuk meningkatkan respon imun dan dalam perawatan beberapa macam kondisi infeksi.

Beberapa studi aktivitas anti kanker Gymnostermma menunjukkan penghambatan yang sangat signifikan ( 20-80% ) pada kisaran sel kanker yang luas. Studi yang intensif mengarah kepada aktivitas anti kanker dan potensinya sebagai pelindung sistem imun (prophylactic agent) bagi individu dengan sistem imun yang lemah. Riset terbaru mengindikasikan bahwa Gymostermma dapat mencegah sel untuk menjadi kanker.

Fungsi utama dari Gymnostermma diantaranya sebagai adaptogenik, antioksidan, imun modulator, anti imflamasi, anti bisul, penguat pernafasan, regulator platelet, anti hiperlipidemik, regulator kolesterol, anti obesitas, pelindung hati, penurun trigliserida, pencegah kardiovaskuler, anti trombik, penghambat penuaan dini.

Gymnosterma mengandung lebih dari delapan puluh gypenoside yang berbeda. Gypenoside merupakan komponen saponin yang terdapat tanaman. Gypenoside mirip dengan ginsenosides pada Panax ginseng dan eleutherosides pada Radix acanthopanax (ginseng Siberia). Dalam kenyataannya, empat dari saponin Gymnostermma memiliki struktur kimia yang sama persis dengan saponin yang ditemukan pada ginseng dan lebih dari delapan belas saponin Gymnostermma memiliki struktur kimia yang identik dengan saponin ginseng.